London School of Public Relations (LSPR) memberikan pelatihan online Jaringan Media dan Kehumasan di



peserta pelatihan online jaringan media dan kehumasan .

KALABAHI | amanews.online – London School of Public Relations (LSPR) memberikan pelatihan online jaringan media dan kehumasan di Pengadilan.

Demi menciptakan sumber daya manusia yang kompeten di tengah kondisi pandemi Covid-19 Pusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan Badan Litbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung RI (MARI) menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) LSPR untuk menempa keterampilan dan kompetensi Humas atau yang lebih dikenal sebagai Public Relations (PR) di empat lingkungan Badan Peradilan di bawah Mahkamah Agung Republik Indonesia (MARI).

 Pelatihan yang dilakukan dari tempat tugas masing-masing selama 5 (lima) hari dari tanggal 15 hingga 19 Maret 2021 inidiikuti oleh ratusan Pimpinan Pengadilan di seluruh Indonesia, dengan narasumber dari para praktisi maupun akademisi yang berpengalaman di bawah pengelolaan LSP LSPR, seperti Freddy Tulung Dirjen KIP Kominfo 2013-2018, Komjen Pol. Drs. Setyo Wasisto, SH. Kadiv Humas Polri 2017-2018, Dr. Sri Ulya Suskarwati, Nico Wattimena, Ph.D., Dr. Andre Ikhsano, M.Si. Rektor Institut Komunikasi & Bisnis LSPR, dan Prof. Hikmahanto Juwana, SH.,LL.M.,Ph.D. Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani dan Guru Besar Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Salah seorang peserta pelatihan, Dody Rahmanto, SH.,MH. yang merupakan Ketua Pengadilan Negeri Kalabahi sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas kesempatan yang diberikan oleh Badan Litbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung RI (MARI) untuk meningkatkan pemahaman betapa pentingnya Jaringan Media dan Kehumasan di Pengadilan.

Public Relations harus mengetahui strategi komunikasi yang tepat untuk digunakan terkait aktifitas pelayanan kepada publik yang baik, mengelola dan memelihara citra organisasi satuan kerja, serta mendistribusikan pesan yang benar kepada masyarakat dan publik yang disasarnya.

Berdasarkan survei, reputasi pemimpin di sebuah organisasi mencapai 45 persen, sedangkan sisanya adalah para staf, logo dan produk/layananTentunya, merupakan hal yang penting untuk mempunyai pemimpin yang memahami peran strategis media di lembaga peradilan, melaksanakan monitoring media, mampu menjalin/membina hubungan dengan media, maupun menulis kampanye kehumasan”, tandas Dody.

Meskipun kegiatan ini dilakukan secara daring ditengah kesibukan masing-masing para peserta, namun para peserta memiliki antusiasme yang tinggi dengan tergambar dari aktifnya diskusi dan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber yang mengisi kegiatan ini. Halangan ruang dan waktu tidak melunturkan semangat para peserta untuk mengikuti rangkaian kegiatan online ini(Moi DnA)

Kembali